Status Udara Pekanbaru Level Berbahaya

awanblues.com – Kondisi udara di Pekanbaru kian memburuk. Malam ini menunjukan status udara berbahaya pada level paling atas.

Sejak Minggu (9/3/2014) pagi, asap pekat menyelimuti kota Pekanbaru. Jarak pandangpun maksimal 300 meter. Bandara Pekanbarupun hingga malam ini lumpuh total. Semakin malam asap kian pekat. Pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpampang di jl Sudirman Pekanbaru, malam ini menunjukan level ‘Berbahaya’.

Inilah level puncak dalam pencemaran udara. Dalam aturan kesehatan, posisi ‘Berbahaya’ pada warna hitam, sebenarnya udara sudah tidak layak lagi untuk kesehatan manusia ataupun hewan. Pemerintah, sudah menetapkan Riau Tanggap Darurat. Tapi gerakannya juga lambat. Ini karena kabut asap tebal yang kadang menggagalkan pesawat Cassa tak bisa menabur garam di awan untuk hujan buatan. Armada yang dipersiapkan pemerintah untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahannya pun kesannya ala kadarnya. Hanya ada satu pesawat heli dan Cassa yang milik BNPB. Sisanya, ada 4 pesawat yang dipinjamkan pihak perusahaan.

“Rakyat Riau sudah lama menderita soal kabut asap. Ini persoalan serius, karena udara sudah tak layak untuk kesehatan. Tapi kenapa pemerintah pusat kesannya acuh tak acuh menangani kondisi yang ada di Riau,” kata pengamat sosial, dari lembaga Advokasi Publik, Rawa El Amady kepada detikcom Menurut Rawa, presiden tidak bisa tinggal diam dalam mengatasi kebakaran lahan dan hutan di Riau. Harus ada intruksi tegas, segala kemampuan pemerintah untuk berjibaku menyelamatkan kesehatan 6 juta penduduk Riau.

“Pemerintah itu punya banyak heli yang lebih canggih dari yang dipinjamkan perusahaan. Punya pesawat yang jauh lebih baik dari Cassa yang ada saat ini. Semua itu ada di Markas TNI. Tapi kenapa tidak dikerahnya untuk kemaslahatan jutaan orang yang kini menderita karena asap,” kata Rawa. Menurutnya, jika hanya mengandalkan jumlah personil dan alat yang ada saat ini, maka dikhawatirkan penanggulangannya akan memakan waktu lama. “Sepanjang itu juga rakyat terus merana akibat kabut asap. Jadi mau tidak mau, Presiden SBY segera mengintruksikan Mabes TNI untuk memberikan bantuan armada heli dan pesawat herculesnya untuk membantu buat hujan buatan,” saran Rawa.

“Tim Satgas saat ini sudah kerja keras. Tapi timnya juga terbatas, mulai personil sampai armada pun terbatas. Jangan biarkan rakyat terus menerus menderita,” tutup Rawa.

news.detik.com

Share This Post

Post Comment