Pasangan Malaysia dijatuhi hukuman gantung usai bikin TKI tewas

pasangan-malaysiaawanblues.com – Sepasang suami istri di Malaysia telah dijatuhi hukuman gantung lantaran membuat kelaparan pembantunya,Isti Komariah, seorangtenaga kerja Indonesia (TKI) hingga meninggal saat bekerja di rumah mereka di Ibu Kota Kuala Lumpur. Hakim Pengadilan Tinggi Shah Alam, Noor Azian Shaari, menjatuhkan vonis bersalah kepada pasangan, Fong Kong Meng, 58 tahun, dan istrinya Teoh Ching Yen, 56 tahun, kemarin, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (7/3).

Koran the New Straits Times menulis pasangan itu membawa Isti ke rumah sakit pada Juni 2011. Tetapi dokter menyatakan dia sudah meninggal ketika korban sampai di rumah sakit. Hakim Noor Azian memutuskan korban, 26 tahun, tewas karena kelaparan sebab pasangan itu tidak memberikan dia makanan atau perawatan medis.

Isti Komariyah dilaporkan berasal dari Jawa Timur dan bekerja untuk pasangan itu sejak Desember 2008. Saat meninggal berat badannya hanya 26 kilogram. Padahal korban mempunyai berat badan 46 kilogram saat pertama kali bekerja.

Fong Kong Meng dan istrinya Teoh Ching Yen didakwa bersama-sama telah membunuh Isti Komariah di rumah mereka di Petaling Jaya antara 14 Mei 2010 hingga 5 Juni 2011.”Pembelaan gagal menyangkal dakwaan terkait penyebab kematian dan fisik korban, dan pengadilan mendapati pembelaan kedua tertuduh hanya bersifat bantahan semata-mata,” kata Noor Azian. Fong dan Teoh yang berdiri di tempat tertuduh kelihatan tenang saat pengadilan menjatuhkan vonis tersebut.

Jaksa penuntut telah menghadirkan 16 saksi sementara pihak tertuduh menghadirkan enam saksi dalam persidangan dimulai pada 30 Juli 2012 tersebut.Sebelumnya dilaporkan, pembantu rumah tangga asal Jawa Timur itu dibawa majikannya ke Pusat Perobatan Universitas Malaya (PPUM) di Petaling Jaya pada 6 Juni 2011, sebelum dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memperkirakan 400.000 perempuan asal Indonesia bekerja di Malaysia sebagai pembantu, dan sekitar setengahnya bekerja secara ilegal.

Share This Post

Post Comment