Dua Jambret Babak Belur Dikeroyok Warga Lantas Ditembak Polisi

awanblues.com – Dua jambret babak belur dikeroyok warga setelah tertangkap di daerah Kupang Krajan, Surabaya. Dalam keadaan babak belur usai dihakimi massa, dua bandit yang bersenjata golok tersebut juga sempat ditembak polisi karena berusaha kabur.

Mereka adalah Labu Ladi (37) dan Abd Rahman (32), keduanya warga Jl Tambak Mayor Baru gang V, Surabaya. Dua pria ini tertangkap seusai merampas tas milik milik Listiyaningsih, seorang warga yang sedang berada di Kupang Krajan.

Sembari menahan sakit di kakinya akibat ditembak polisi, dan wajahnya yang babak belur setelah dipukuli warga, dua jambret tersebut menjalani pemeriksaan di Polsek Sawahan, Jumat (7/3/2014).

“Tersangka ini tertangkap dan sempat dipukuli warga. Kemudian, dia diamankan oleh petugas berpakaian preman yang sedang berada di lokasi. Tapi, dia malah berusaha kabur hingga terpaksa ditembak kakinya,” ungkap Kapolsek Sawahan Kompol Manang Soebeti, Jumat siang (7/3/2014).

Peristiwa itu terjadi, Kamis (6/3/2014) malam. Kepada polisi, dua pria yang bertetangga itu mengaku berangkat bersama dari rumah dengan maksud untuk mencuri sepeda motor. Mereka sudah mempersiapkan diri dengan membawa kunci T dan golok.

“Memang, kami awalnya mau mencari sepeda motor,” jawab Rahman di sela menjalani pemeriksaan di Polsek Sawahan. Keduanya berkeliling mencari sasaran dengan berboncengan mengendarai sepeda motor. Saat melintas di Jalan Kupang Krajan gang II, mereka melihat sebuah tas tergantung di sepeda motor.

Tanpa pikir panjang, mereka langsung merampas tas milik perempuan tersebut kemudian tancap gas untuk kabur. Apes, korban melihatnya dan langsung berteriak meminta tolong. Sejumlah warga yang berada di lokasi pun lantas mengejar dua jambret tersebut.

Karena panik, dua penjahat itu terjatuh. Mereka kemudian ditangkap warga dan sempat dipukuli beramai-ramai. Tak lama berselang, ada anggota Polsek Sawahan melintas. Keduanya pun diamankan dari amukan massa.

“Tapi, setelah diamankan oleh petugas mereka malah berusaha kabur. Karena itulah, dua pelaku pencurian ini ditembak kakinya,” sambung Manang. Saat ini, dua bandit tersebut harus meringkuk di dalam penjara Polsek Sawahan. Polisi masih melakukan penyelidikan atas aksi kejahatan yang mereka lakukan. Ada dugaan, aksi ini bukan kali pertama dilakukan oleh mereka.

“Pelaku ini cukup berbahaya, sebab mereka membawa golok dalam beraksi. Artinya, jika ada korban melawan, mereka tak segan-segan untuk melukai korbannya. Dan petugas masih berupaya melakukan pengembangan, apakah mereka terlibat kejahatan lain atau tidak,” imbuh mantan Kasat Reskrim Polres Mojokerto tersebut.

Share This Post

Post Comment