Bos BlackBerry Sowan ke Gedung Putih, Ada Apa?

awanblues.com – Sejak mengambil alih jabatan CEO BlackBerry pada November 2013 lalu, John Chen sudah mengadakan pertemuan dan diskusi dengan lebih dari 100 klien. Dan baru-baru ini Chen diketahui sowan ke Gedung Putih.

Kedatangan Chen ke markas besar pemerintah AS itu bukan tanpa alasan. Menurut laporan Bloomberg TV, Chen datang ke sana untuk memastikan agar Presiden Barack Obama dan anggota staf lainnya terus menggunakan perangkat BlackBerry.

Chen menolak menguraikan secara detail apa saja yang ia diskusikan dengan pihak Gedung Putih. Dalam pertemuan itu Chen mengklaim hanya berdiskusi dan berbagi beberapa pemikiran tentang perangkat BlackBerry dari perspektif TI.

“Ada beberapa hal yang mereka sukai dan beberapa hal yang mereka ingin kita lakukan”, kata Chen dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV di acara Oasis: The Montgomery Summit di Santa Monica, California.

Pihak Gedung Putih juga enggan membeberkan perangkat BlackBerry apa yang akan dipakai. “Untuk berbagai alasan, termasuk alasan keamanan, kami tidak bisa berbicara tentang perangkat telepon Obama secara terbuka”, kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

Pengguna Loyal BlackBerry

Seperti diketahui, Presiden AS Barack Obama selama ini sangat setia dengan perangkat BlackBerry-nya. Sejak pertama kali menduduki jabatan sebagai presiden pada tahun 2009, Obama memang tidak pernah lepas dari ponsel pintar BlackBerry. Ia diketahui sempat menggunakan BlackBerry 8839 World Edition dengan aplikasi SecureVoice yang khusus diinstal pada smartphonenya.

Meski disebut sebagai pengguna loyal BlackBerry, bukan berarti Obama tidak memiliki handset besutan Apple. Suami Michelle Obama ini juga menggunakan iPad 2 yang didapatnya dari mendiang Steve Jobs di acara amal pada tahun 2011 silam. Namun ia tidak diperbolehkan untuk menggunakan Apple iPhone karena alasan keamanan.

Selain itu ia juga mengakui bahwa kedua putrinya bukanlah pengguna BlackBerry, namun lebih memilih menggunakan iPhone. Untuk menjaga privasi, Obama memberikan alamat email pribadinya hanya kepada 10 orang saja.

Dalam wawancara itu, John Chen juga mengungkapkan bahwa ia lebih suka dengan nama lama perusahaan, Research In Motion (RIM). Nama RIM memang sudah diganti menjadi BlackBerry oleh mantan CEO Thorsten Heins saat perusahaan meluncurkan BlackBerry 10 awal tahun 2013. Chen belum kepikiran apakah akan mengubah nama perusahaan kembali menjadi RIM.

liputan6.com

Share This Post

Post Comment