2 Pesawat Tempur Australia Bantu Cari Malaysia Airlines

awanblues.com, Melbourne – Bala bantuan untuk pencarian pesawat Malaysia Airlines yang dinyatakan hilang kontak Sabtu 8 Maret 2014 pukul 02.40 waktu setempat kembali diterima pihak maskapai penerbangan tersebut. Pada Senin pagi waktu setempat, Australia mengirimkan pesawat RAAF keduanya dari Darwin untuk bergabung mencari Malaysia Airlines Boeing 777-200ER.

“Australia mengirim RAAF AP-3C Orion pada Minggu 9 Maret malam, dan pesawat kedua meninggalkan Darwin pada 08.30 pada hari Senin,” demikian dikutip Liputan6.com dari Bernama.com, Senin (10/3/2014).

Menurut Perwira Tinggi Angkatan Udara Australia Mark Binskin, patroli maritim dan pesawat pengintai jarak jauh yang dilengkapi dengan sensor dan detektor elektro-optik juga telah dikerahkan untuk membantu pencarian pesawat dengan nomor penerbangan MH370.

“Ada 18 awak Australia di dalam setiap jet RAAF,” jelas Mark.

6 Warga Australia dan 2 warga Selandia Baru yang tinggal di Perth tercatat sebagai salah satu penumpang di pesawat Malaysia Airlines yang hilang itu ketika berada di atas Laut Cina Selatan Sabtu 8 Maret pagi. Dalam 1 jam penerbangan setelah lepas landas, yang seharusnya 6 jam dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Sejauh ini, pihak berwenang juga melakukan pemeriksaan terkait aksi terorisme di pesawat milik salah satu maskapa ternama di Negeri Jiran itu. Sebab telah ditemukan paspor palsu yagn diduga curian, karena ternyata si pemilik paspor dalam keadaan baik-baik saja dan tidak berada dalam pesawat.

Guna menyelidiki hal tersebut, Menteri Luar Negeri Australia Julia Bishop pun menawarkan bantuan kepada mitra Malaysia-nya. Menurutnya, laporan adanya paspor curian sangat memprihatinkan.

“Mungkin tidak ada hubungannya sama sekali, tetapi merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan,” kata Julia seperti dilaporkan ABC.

“Pejabat kami sedang melakukan kontak dengan pihak berwenang di Malaysia,” tambah Julia.

Dalam upaya pencarian tersebut, pihak Malaysia juga telah mendirikan pusat koordinasi penyelamatan. Sementara puluhan kapal dan pesawat sedang mencari pesawat yang hilang itu.

China, Filipina, Singapura, Amerika Serikat, dan Vietnam juga telah mengirim sumber daya untuk bergabung dalam pencarian tersebut. Begitu pula dengan Indonesia yang mengirimkan pesawat tempurnya.

“Keluarga dari Australia di dalam pesawat itu telah menerima bantuan konsuler,” ungkap Julia.

Pesawat Malaysia Airlines yang hilang itu membawa 227 penumpang, termasuk 2 bayi dan 12 awak, hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing sekitar 1 jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional KL pada pukul 00.41 pada hari Sabtu 8 Maret. Seharusnya pesawat mendarat di Beijing, China, pada pukul 06.30 waktu setempat. (Raden Trimutia Hatta)

Share This Post

Post Comment